Thursday, August 04, 2005

Bubur Cirebon

Hari Senin dan selasa kemarin aku terserang penyakit marah-marah, biasanya terjadi kalau lagi banyak kerjaan, dalam istilah perbanan (dunia tambal ban, maksudnya) adalah bekerja di bawah tekanan, tapi aku curiga jangan-jangan aku kena PMS , eh...bisa kena nggak sih ? Untuk mengurangi ketegangan maka kita (bapak, ibu Avary) pergi keluar bersama-sama untuk mengembalikan VCD yang dipinjam sekaliyan makan malam di luar, dan beli bensin serta mengambil uang di ATM.

Urutan kegiatan : ambil uang di ATM, beli bensin penuh, makan, mengembalikan VCD.
Setelah semua siap berangkatlah kita dengan gegap gempita. "Teteh....dada..daaaa..daaaa, teeeeteehhh, daaa, daa, daaadaa...." kata Ary sambil melambaikan tangan dan kakinya lonjak-lonjak . Ary sedang senang dadah, apalagi kalau dia yang mendadahi wuihh..., semangat sekali. Kita menuju ke pos 1 ambil uang di ATM. ATM di pos 1 mengeluarkan pesan "Transaction complete #error process". Uang tidak mau keluar. Waduh, harus cari, ATM yang lain, nih...Pos 1 terlewati kita berangkat mencari ATM lain (pos 1 baru). Di ATM lain mengeluarkan pesan " x.,#y%z.,&a!b?c&?@". Intinya uang tidak keluar juga. Yah...Revisi urutan, beli bensin 1/2 penuh, makan, mengembalikan VCD.

Setelah beli bensin, 1/2 penuh tentu saja, timbul masalah, makan apa, ya ? ATM tidak keluar uang, makan berempat. Sambil berjalan, tiba-tiba terlintas ide.
Kata Afa "Pak makan di yang ada AC-nya".
Kataku "Bagaimana kalau kita makan bubur saja ?"
"Boleh, pak, aku suka"
Ibu menimpali "bener-bener, dan muuuraahhh"
Kata Ari "Mamam, mamam"
Akhirnya berhentilah kita di tempat jualan bubur dengan nama "Bubur Sop Ayam Cirebon". Tempatnya di sebelah sate Asmawi depan Toko Optik.

Bubur ini sangat khas, bayangkan saja, kalau menurut saya perpaduan antara bubur ayam yang kental (Referensi : sekental bubur Mang Oyo di Bdg) tapi dengan kuah soto ayam. Sangat-sangat segar, terutama setelah ditolak 2 ATM, 2 kali. Mertua pun pernah diajak ke situ juga dan komentarnya "Ihh, meuni seugeur pisan, nyak, jadi habis". Avary jangan ditanya lagi.

Pembahasaan atau pengucapan pesenan agak ruwet untuk ditulis. Mari kita coba. Pesanan bubur 1/2 (setengah), 2 (dua) buah, yang 1 (satu), 1 (satu) buah (maksudnya yang porsi penuh, satu mangkok, dua mangkok, porsi setengah, jadi pesen 3 mangkok, 1 mangkok 1, 2 mangkok 1/2 ada 3 buah mangkok, isi mangkok penuh 1 buah, isi 1/2 mangkok 2 buah,....phpff, don't try this at there...), yang porsi penuh ibu, lho, bukan aku, rencananya ibu seporsi berdua sama Ari. Afa 1/2, aku 1/2.

Ari sudah habis 1/3 dan masih mau lagi, Afa habis dan intervensi ke ibu. Ibu....bingung. Akhirnya "Mas, buburnya saja tambah satu porsi", baru aman. Jadi ditotal-total Ari 1/2 porsi (ri, kayaknya sore kamu sudah makan, khan...), Afa 2/3 porsi, Ibu 1/2 porsi, Aku 2/3, jumlah seluruhnya 3 porsi. Sebentar...sebentar...hitung dulu 1/2+2/3+1/2+2/3 = 2 1/3 porsi, lho....Sudah nggak usah dicek lagi, habisnya memang 3 porsi terdiri dari 1 mangkok isi 1 2 buah, 2 mangkok isi 1/2 2 buah ada 3 mangkok, satu mangkok....(not again).

3 comments:

  1. Hahaha... ternyata masalah makan bubur yang sepele--dan murah :)--kalau yang cerita Bapake Avary kok bisa jadi lucu. Lumayan bisa ngakak, melepas penat menjelang weekend hehehe... Ditunggu kisah2 berikutnya!
    BTW, Bapake Avary lagi diet ya kok menunya cuma 1/2 porsi? :D

    ReplyDelete
  2. bener ibu udane, pak bambang ini story teller yg kocak hehehe.

    pak'e avary, yang nyoba cerutu di bandung gak masuk cerita ? hahaha

    ReplyDelete
  3. wah, soal cerutu janganlah di sini takut nanti memberi contoh yang tidak perlu dicontoh.

    ReplyDelete