Monday, August 15, 2005

Peringatan 17 Agustus

Tradisi keluarga yang telah dijalani selama hidup Afa adalah setiap tgl 17 Agustus (hari ulang tahun Afa) kita sekeluarga pergi ke Purworejo dan berlibur di Yogyakarta. Selain sebagai obat psikologisku, entah kenapa kalau di Yogyakarta aku merasa lebih kuat baik secara fisik maupun mental, juga sebagai pengobat rindu kakek nenek Avary.

Afa memanggil Eyang Umar untuk ibuku dan Eyang kakung untuk bapakku, namanya Umar. Walau terasa janggal tetapi karena mereka tidak keberatan, aku pun tidak keberatan. Cuma kadang-kadang dirasa koq nggak enak, ya...Perempuan dipanggil Eyang Umar. Pernah ibu ngajari untuk memanggil Eyang Putri dan Eyang Kakung. Eyang Kakung berhasil, tapi untuk Eyang Putri Afa nggak mau, diduga karena ada huruf R-nya, maunya Eyang Umar lho...khan ada huruf R juga...

Minggu kemarin aku sibuk dengan urusan hajatan RT yaitu peringatan 17 Agustus, Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 60 tahun. Jabatannya keren Wakil Ketua, dengan tugas utama mengantar anggota panitia belanja dan membungkus hadiah dan bingkisan 17-an. Sebenarnya tugas itu agak susah dan berat menjalaninya karena Ibu berencana cuti dan pergi ke Bandung dari tgl 17-21 Agustus. Dan aku GAK BOLEH CUTI, dengan alasan yang sangat klasik dan romantis, tenaganya masih sangat diperlukan untuk menjaga kinerja perusahaan, cieee.....

Hari sabtu kemarin tugas panitia dimulai, belanja hadiah ke Pasar Rau Serang. Tahu dari mana Pasar Rau Serang ? Dari ibu juga, khan kita pernah jalan-jalan ke sana. Berangkatlah anggota panitia terdiri dari 4 orang. Orang Jawa 1, orang Padang 2, 1 orang Jakarta dan laki-laki semua terbayang bagaimana cara belanja LAKI-LAKI, tetapi untunglah ada orang Padang, dengan pendekatan primordial selesailah tugas belanja, itu.

Pendekatan primordial itu begini, pedagang di Pasar Rau banyak yang beretnik Padang, nha..kita ngobrol memakai bahasa Padang jadi lebih menyentuh dan akrab. Aku dan ibu juga sering menggunakan pendekatan ini, kalau di Pasar Kelapa atau Pasar Baru Cilegon kalau pedagang orang Jawa bicaralah dengan bahasa jawa, dan itu tugasku, sementara kalau pedagang orang Sunda tugas Ibu, dijamin lebih murah kalau nggak dapat harga murah yah…sudah. Ternyata pendekatan ini memang efektif, karena waktu mau menukar barang jadi boleh, padahal sudah ada disclaimer dalam perdagangan “barang yang sudah dibeli tidak boleh ditukar/dikembalikan”.

Acara puncak 17 Agustus akan diadakan pada tgl 17 Agustus jadi bersiaplah……
Bersambung……...

No comments:

Post a Comment

Post a Comment